Sejauh mana foto perlu diedit

Sejauh mana foto perlu diedit? atau perlukah foto diedit? sebagai seorang photographer di era ini memang sudah tidak asing lagi dengan yang namanya aplikasi untuk editing foto baik yang berbayar maupun yang gratisan, namun hal ini akan seolah-olah menjadi sebuah kewajiban foto harus diedit. 

Ditinjau dari peruntukan dan kebutuhan memang sah-sah saja untuk mengedit foto yang sudah diambil oleh fotografer itu sendiri dengan maksud dan tujuan yang berbeda-beda tentunya, bahkan tidak harus seorang fotografer menggunakan komputer atau laptop super mahal untuk melakukan proses editing bahkan diera ini fotografer sudah dapat melakukan editing menggunakan smartphone.

Untuk menjawab pertanyaan di atas sejauh mana foto perlu diedit? menurut saya kebutuhan untuk editing foto diperlukan untuk "menyamakan apa yang kita lihat dengan apa yang dicapture melalui lensa" meskipun tidak sempurna namun kita berusaha untuk kearah sana.

Adapun editing workflow sesuai dengan genre Architectural Photography yang saya geluti tidaklah terlalu kompleks kalau boleh dibilang masih standard saja diantaranya:
  1. Koreksi Perspective
  2. Koreksi White Balance
  3. Color Toning
  4. Removing Censor Dust
  5. Koreksi Exposure
  6. Croping
Sesuai dengan workflow yang saya lakukan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan editing tergantung dari tiap-tiap kasus.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagai salah satu referensi bagi kalian yang sedang bergelut di dunia fotografi.