Apa itu kreatif ?

 


Kembali ke jaman saya baru memulai karir sebagai seorang desain grafis di awal tahun 2007, dimana internet masih menjadi barang yang sangat langka, dan mahal. Meskipun sudah berbekal keahlian sekotak aplikasi pengolah grafis, tidak serta merta membuat kita mudah untuk mendapatkan fasilitas tersebut dan otomatis menjadikan saya sebagai orang yang kreatif.

Dengan segala keterbatasan akhirnya saya dan teman-teman satu garis bawah, mendefinisikan desainer grafis yang hebat itu adalah, jago gambar, jago ngedit foto, menguasai berkotak-kotak aplikasi dan  penampilan agak nyeleneh, tidak ada yang salah dengan definisi kami menggambarkan bagaimana seorang yang begelut dengan dunia "kreatif" memiliki kriteria tersebut, bahkan kami tidak bisa menjabarkan apa itu kreatif dan boleh dibilang tidak peduli. karena saking kurang kreatifnya kami mendefinisakan orang kreatif berdasarkan apa yang telah orang-orang lakukan.

Masih di Zaman 2007an karena keterbatasan akses informasi pada akhirnya modal satu-satunya adalah ndablek, hanya mengandalkan imajinasi atas apa yang sering saya amati dijalan, buku-buku, tv, majalah, dan semua yang berkaitan desain visual saya simpulkan dan saya tuangkan kedalam desain yang bahkan tidak saya simpan di dalam komputer. kenapa? karena hasilnya tidak sesuai dengan apa yang saya bayangkan bahkan takut untuk menyaksikan penyiksaan terhadapat unsur-unsur desain. komposisi tak karuan, warna sesuka hati, font seram-seram dan pada akhirnya entah mau membuat apa jadi semuanya berkhir di recyle bin.

Mungkin banyak yang mengalami hal tersebut tidak bisa mendapatkan apa yang "diinginkan". Apa yang membuat kehilangan arah seperti ini? jawabannya sederhana yakni, tidak ada tujuan. Dalam dunia grafis seperti ini tanpa tujuan yang jelas, maka imajinasi akan mudah meluber atau kalau saya simpulkan kreatif yang melampaui imajinasi. Ibaratkan seorang masinis yang bertugas dan memastikan kereta masih dalam jalurnya dan gerbong kereta akan mengikuti.